Apresiasi diberikan oleh Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno kepada Universitas Gadjah Mada saat melakukan kunjungan ke Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) TOYAGAMA pada Senin, 17 Januari 2025. Eddy Soeparno menilai UGM luar biasa dalam penyediaan air minum bagi warga kampus karena sangat memperhatikan Kesehatan pengguna dengan menjaga kualitas air minum yang diproduksi serta kepedulian yang tinggi pada lingkungan hidup. Hal ini terlihat dari perolehan sertifikat SNI, Halal, dan telah diperolehnya izin edar dari BPOM-RI.
Berita
Universitas Gadjah Mada Residence (UGM Residence) sebagai unit khusus mendapatkan tugas dari Pimpinan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengelola Sistem Penyediaan Air Minum bagi civitas UGM dengan nama TOYAGAMA.
Pada tanggal 22 Januari 2025 TOYAGAMA menerima kunjungan dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (UII) untuk mempelajari sistem pengelolaan air baku sampai air siap minum, perizinan, dan pemasaran. Kunjungan ini diterima di gedung TOYAGAMA oleh Samiyati, S.E., M.Acc. selaku Manajer Keuangan UGM Residence mewakili Manajer Utama UGM Residence dan didampingi oleh Nyoto Sutrisno, S.Pd. selaku Koordinator Administrasi Umum beserta staf TOYAGAMA. Tim dari UII sebanyak empat orang dipimpin oleh Ibu Dr. Sri Kusuma Dewi, S.Si., M.T.
Air baku yang dipompa menggunakan intake pump akan langsung memasuki tahap produksi. Tahap produksi ini terdiri dari tiga tahapan. Tahapan pre treatment, Ultrafiltrasi , dan Ultra violet. Air baku yang telah disaring oleh Sand Filter dan Carbon Filter kemudian ditampung dalam Feed Tank dan disebut sebagai feed water. Feed water kemudian dipompa oleh UF Feed Pump menuju Automatic Cleaning Filter (ACF) dan diteruskan ke dalam sistem Ultrafiltrasi . Selain diolah, feed water ini juga digunakan untuk proses pembersihan Sand Filter yang sering dikenal dengan istilah Sand Filter Backwash.
Air baku atau dalam bahasa masarakat biasa disebut dengan air tanah, adalah air yang bersumber dari bawah tanah yang diperoleh langsung dengan penggalian tanah dan dibentuk media permanen berupa sumur. Air baku ini adalah air yang bisa digunakan untuk mandi, cuci, kakus, serta bisa digunakan untuk minum jika memenuhi baku mutu tertentu. Air baku inilah yang menjadi bahan dasar pengolahan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Toya Gama yang ada di sudut-sudut kampus Universitas Gadjah Mada.
Sumber air baku Toya Gama berasal dari sumur dangkal yang dibuat berdampingan dengan sumur Umbul Pace milik UGM. Sumur tersebut berada di utara FoodPark UGM, tepatnya berada di belakang gedung utama Toya Gama UGM. Untuk memenuhi baku mutu tertentu air baku harus diproses terlebih dahulu melalui beberapa tahapan filtrasi yang kemudian akan didistribusikan di titik-titik di kampus UGM dan perumahan dosen.
Toya Gama merupakan upaya penyediaan air minum mandiri bagi civitas akademika di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), baik dari aspek air baku, perencanaan maupun pengelolaannya. Toya Gama memiliki manfaat diantaranya menjadi inisiator dalam menekan laju ekspansi produk asing dalam penyediaan air minum berkualitas secara mandiri dan Mengurangi konsumsi mahasiswa dan civitas akademika UGM atas air minum produk asing.